Ikatan Guru Indonesia

Organisasi pendididikan yang beranggotakan guru, dosen dan pemerhati pendidikan di Indonesia.

Serunya Diskusi Kelompok

Kegiatan Pembelajaran di SMPN Satu Atap Kakaha.

SAGUSABLOG

Pelatihan bagi guru dalam membuat blog, Satu Guru Satu Blog.

Selasa, 09 November 2021

BAB 1-Perumusan dan Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara

 APerumusan Pancasila sebagai dasar negara

1.      Pembentukan BPUPKI

Jepang mulai menguasai wilayah Indonesia setelah Belanda menyerah di Kalijati, Subang, Jawa Barat pada tanggal 8 Maret 1942. Kedatangan Jepang semula disangka baik oleh bangsa Indonesia. Banyak semboyan dikumandangkan oleh Jepang seperti ”Jepang Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia, dan Jepang Cahaya Asia” untuk menarik simpati bangsa kita. Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa Jepang tidak berbeda dengan Belanda, yaitu meneruskan penjajahan atas bangsa Indonesia.

Kemenangan Jepang di Asia tidak bertahan lama, pihak Sekutu (Inggris, Amerika Serikat, Belanda) melakukan serangan balasan. Satu persatu daerah yang dikuasai Jepang, kembali ke tangan Sekutu. Melihat hal itu, pada peringatan Pembangunan Djawa Baroe tanggal 1 Maret 1945, Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI) untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan.

Janji Jepang membentuk BPUPKI direalisasikan, pada tanggal 29 April 1945 bersamaan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Secara resmi BPUPKI dilantik oleh Jepang, dengan anggota berjumlah enam puluh dua (62) orang yang terdiri atas tokoh-tokoh bangsa Indonesia dan tujuh (7) orang anggota perwakilan dari Jepang. Ketua BPUPKI adalah dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat, dengan dua wakil ketua, yaitu Ichibangase Yosio (Jepang) dan R.P Soeroso.

BPUPKI mengadakan sidang sebanyak dua kali sidang resmi dan satu kali sidang tidak resmi. Sidang resmi pertama dilaksanakan tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945, membahas tentang dasar negara. Sidang kedua berlangsung tanggal 10 sampai dengan 17 Juli 1945 dengan membahas rancangan Undang-Undang Dasar.

Pada pelaksanaan sidang tidak resmi hanya dihadiri oleh tiga puluh delapan (38) orang kegiatan ini berlangsung di masa reses antara sidang pertama dan sidang kedua, tujuannya untuk membahas rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang dipimpin oleh anggota BPUPKI Ir. Soekarno.

Sejak berkuasa di Indonesia, Jepang dengan segala cara menguras kekayaan dan tenaga rakyat Indonesia. Hal itu, menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan bagi rakyat. Namun, penderitaan tersebut tidak menyurutkan semangat pejuang kita untuk meraih kemerdekaan.

2.      Perumusan dasar negara

Ketua BPUPKI dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat pada pidato awal sidang pertama, menyatakan bahwa untuk mendirikan Indonesia merdeka diperlukan suatu dasar negara. Untuk menjawab permintaan Ketua BPUPKI, beberapa tokoh pendiri negara mengusulkan rumusan dasar negara. Berikut tokoh-tokoh yang memberikan usulan mengenai dasar negara: Muhammad Yamin (29 Mei 1945), Soepomo (31 Mei 1945) dan Ir. Soekarno (1 Juni 1945). Rumusan yang diusulkan memiliki perbedaan satu dengan yang lain. Namun demikian, rumusan-rumusan tersebut memiliki persamaan dari segi materi dan semangat yang menjiwainya.

Pada masa akhir persidangan BPUPKI I, ketua BPUPKI membentuk panitia kecil untuk mengumpulkan usulan para anggota yang akan di bahas pada masa sidang berikutnya dengan anggota 8 orang yang dipimpin Ir.Soekarno. Panitia kecil mengadakan rapat dan membentuk panitia sembilan yang bertugas untuk menyelidiki usul-usul mengenai perumusan dasar negara. Anggota panitia sembilan terdiri dari:

a)      Ir.Soekarno

b)      Mr.Prof. Muh. Yamin

c)      Drs. Moh. Hatta

d)      Mr. A.A. Maramis

e)      Raden Abikusno Tjokrosoejoso

f)       Abdoel Kahar Moezakir

g)      H. Agus Salim

h)      KH. Wachid Hasjim

i)       Mr. Ahmad Soebarjo

Setelah rapat yang cukup alot, disepakati rumusan konsep dasar negara yang tercantum dalam rancangan mukadimah hukum dasar. Naskah ”Mukadimah” yang ditanda ngani oleh sembilan orang anggota Panitia Sembilan, dikenal dengan nama ”Piagam Jakarta”. Selanjutnya, naskah ”Mukadimah” tersebut dibawa ke sidang kedua BPUPKI tanggal 10 – 17 Juli 1945. Pada tanggal 14 Juli 1945, mukadimah disepakati oleh BPUPKI.

Dalam alinea keempat naskah Piagam Jakarta tersebut, terdapat rumusan dasar negara sebagai berikut: 1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya; 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab; 3. Persatuan Indonesia; 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan; 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rumusan dasar negara yang tercantum dalam naskah ”Piagam Jakarta” tersebut, dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 mengalami perubahan. Rumusan dasar negara yang diubah adalah sila pertama yang semula berbunyi ”Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, diubah menjadi ”Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Latar belakang perubahan sila pertama, menurut Mohammad Hatta bermula dari datangnya utusan opsir Kaigun (Angkatan Laut Jepang). Mereka memberitahukan bahwa wakil-wakil Protestan dan Katolik dari wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Laut Jepang merasa keberatan dengan bagian kalimat rumusan dasar negara dalam naskah Piagam Jakarta. Kalimat yang dimaksud adalah ”Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Supaya tidak terpecah sebagai bangsa, tokoh pendiri bangsa yang bermusyawarah telah bermufakat untuk menghilangkan bagian kalimat tersebut dan menggantikannya dengan rumusan ”Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Dengan demikian, rumusan dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945 adalah sebagai berikut:

1.      Ketuhanan Yang Maha Esa

2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab

3.      Persatuan Indonesia

4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 

3.      Nilai Semangat Pendiri Negara

ü  Nasionalisme adalah paham kebangsaan yang mengandung kesadaran dan semangat cinta tanah air, memiliki rasa kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa

ü  Terdadapt 2 jenis nasionalisme yakni nasionalisme sempit dan nasionalisme luas

ü  Nasionalisme sempit disebut juga nasionalisme negatif karena mengandung makna perasaan kebangsaan atau cinta terhadap bangsanya yang sangat tinggi dan berlebihan, namun memandang rendah bangsa lain

ü  Nasionalisme luas disebut juga nasionalisme positif karena mengandung makna perasaan cinta yang tinggi atau bangga terhadap tanah air dan tidak memandang rendah bangsa lain

ü  Patriotisme adalah cinta tanah air atau sikap seseorang yang rela berkorban baik jiwa maupun raga untuk mempertahankan bangsanya.

ü  Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan agar sikap nasionalisme dan patriotisme dapat terbentuk:

a)      Mengenal keanekaragaman budaya Indonesia

b)      Menggunakan produk dalam negeri

c)      Mengenal sejarah Indonesia

d)      Membiasakan untuk menghargai perbedaan

 

4.      Komitmen para Pendiri Negara dalam Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

ü  Komitmen adalah sikap dan perilaku yang ditandai oleh rasa memiliki, memberikan perhatian, serta melakukan usaha untuk mewujudkan harapan dan cita-cita dengan sungguh-sungguh.

ü  Sesorang yang memiliki komitmen terhadap bangsa adalah orang yang akan mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya.

ü  Komitmen pribadi para pendiri negara yaitu:

a.       Mengutamakan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme

b.      Ada rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia

c.       Selalu bersemangat dalam berjuang

d.      Mendukung dan berupaya mencapai cita-cita bangsa

e.       Melakukan pengorbanan pribadi

Sabtu, 06 November 2021

Cara Daftar Menjadi Peserta PembaTIK

        PembaTIK kepanjangan dari Pembelajaran berbasis TIK, merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana cara mendaftar agar bisa menjadi peserta PembTIK. Untuk bisa mengikuti program PembaTIK calon peserta bisa mendaftar secara online melalui aplikasi yang telah disiapkan. Berikut adalah cara atau alur pendaftarannya :

1. Buka https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/

2. Klik "Daftar" untuk pendaftaran akun baru(jika sudah memiliki akun maka tinggal klik "Masuk")

3. Pilih pendaftaran akun baru sebagai guru

4. Isi data untuk informasi akun, pribadi dan pegawai lalu klik "Submit"

5. Setelah itu anda sudah memiliki akun di SimpaTIK, namun untuk mendaftar harus menunggu pembukaan pendaftaran dari panitia yang biasanya di buka pada awal tahun. 

Sebagai informasi PembaTIK 2021 yang lalu untuk level 1 dilaksanakan pada 15-26 April 2021. Hal ini berarti bahwa masa pendaftaran pesera PembaTIK dilaksanakan mulai awal bulan April 2021. Bagi bapak/ibu guru yang berminat mengikuti PembaTIK 2022 maka silahkan menunggu pembukaan pada sekitar awal tahun 2022 dengan cara aktif memantau akun Simpatik yang bapak/ibu miliki, semoga bermanfaat. 


Salam Semangat 


Tarian Kabokang Khas Sumba Timur

Tari Kabokang adalah tarian tradisional yang berasal dari Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini umumnya dimainkan oleh para penari wanita yang menari dengan gerakan yang anggun dan sangat khas. Tari Kabokang ini merupakan salah satu tarian tradisional yang paling terkenal di Sumba Timur dan sering ditampilkan dalam berbagai acara seperti acara adat, penyambutan tamu dan juga pertunjukan seni. Tari Kabokang merupakan tarian tradisional yang tumbuh dan berkembang di Sumba Timur, Provinsi NTT. Awalnya tarian ini merupakan tarian sakral yang sering digunakan masyarakat untuk menyambut kedatangan raja atau bangsawan.

Tari Kabokang ini menggambarkan kegembiraan dan rasa hormat masyarakat terhadap raja atau bangsawan yang datang ke sana. Dalam pertunjukannya, Tari Kabokang ini biasanya ditampilkan oleh 4 sampai 6 orang penari wanita. Mengenakan pakaian khas dan juga diiringi musik tradisional, para penari menari dengan gerakan yang anggun.

Tarian Kabokang

Gerakan dalam Tari Kabokang lebih didominasi oleh gerakan khas kaki dan gerakan tangan dalam memainkan kain panjang yang dikenakan para penari. Sedangkan gerakan tubuh penari juga bergerak meliuk mengikuti dari gerakan kaki dan juga tangan para penari. Para penari biasanya dilengkapi dengan atribut seperti jumbai pada bagian tangan mereka. Rumbai ini biasanya dimainkan bergantian dengan kain panjang. Selain itu, pada bagian kaki penari biasanya akan dipasang lonceng pada gelang tersebut, sehingga saat penari menghentakkan kaki, maka lonceng akan berbunyi. Dalam pertunjukan ini, Tari Kabokang biasanya akan diiringi oleh alat musik tradisional seperti gong dan kendang. Musik pengiring ini diselaraskan dengan gerakan para penari, sehingga ketika penari menghentakkan kaki akan menghasilkan suara dari bel yang dipadukan dengan musik pengiring dan akan menghasilkan suara yang khas. Tentunya kekompakan penari dan pengiring sangat dibutuhkan agar suara yang dihasilkan tidak terdengar ambigu.

Jumat, 05 Juni 2020

Pelatihan Pembuatan Blog Guru Oleh Ikatan Guru Indonesia

Guru belajar ngeblog

Pandemi Covid-19 berdampak besar pada berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Pendidik harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun peserta didik berada di rumah. Hal ini menunjukkan seolah seluruh jenjang pendidikan 'dipaksa' bertransformasi untuk beradaptasi secara tiba-tiba drastis untuk melakukan pembelajaran dari rumah melalui media daring (online). Akibatnya, pendidik dituntut mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Dalam hal ini Ikatan Guru Indonesia (IGI) sebagai organisasi pendidikan yang beranggotakan guru, dosen, dan pemerhati pendidikan di Indonesia juga melakukan berbagai upaya untuk memberi solusi bagi pendidik di masa pandemi ini dengan mengadakan pelatihan pembuatan blog guru. Satu Guru Satu Blog itulah wadah kegiatan pelatihan pembuatan blog guru yang diselenggarakan secara online bagi anggota Ikatan Guru Indonesia secara gratis di masa pandemi ini.

SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) merupakan kegiatan resmi yang diadakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang memiliki 2 tingkatan kelas yakni kelas dasar dan kelas lanjutan. Maksud kegiatan sagusablog resmi adalah kegiatan yang terdaftar di SIM Guru Pembelajar IGI dan atas sepengatahuan penanggung jawab kanal. Kegiatan resmi artinya, sertifikat yang didapatkan peserta diakui secara Nasional.

 


Rabu, 03 Juni 2020

SAGUSABLOG






SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) merupakan salah satu kegiatan yang diprakarsai IGI (Ikatan Guru Indonesia). Kegiatan ini bertujuan mengajak Guru di seluruh Indonesia untuk belajar bersama membuat media pembelajaran berbasis blog, sehingga pembelajaran bisa lebih menyenangkan dan tidak terbatas dengan jarak dan waktu.

SAGUSABLOG membuka workshop online menggunakan sarana chatting melalui aplikasi telegram, dibantu dengan modul dan video pembelajaran sehingga mudah dipahami peserta workshop online, walaupun belajar mandiri di rumah masing-masing. selain workshop online, SAGUSABLOG juga sering mengadakan kegiatan workshop live di beberapa daerah di Indonesia dengan mendatangkan pelatih-pelatih nasional.

Materi Kelas IX: Perkembangan Pancasila Dari Masa Ke Masa

Salam semangat untuk semua , berikut adalah video materi " Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar dan Pandangan Hidup Bangsa"

Materi Kelas VIII: Memperkuat Komitmen Kebangsaan

Salam semangat untuk semua, berikut ini adalah video materi "Semangat dan Komitmen Kebangsaan Pendiri Negara serta Bentuknya"